Thursday, February 27, 2014

Penegak Laksana (Formalitas)

Sebelumnya saya pribadi sebagai penulis minta maaf, andai saja judul dan cerita ini kurang berkenan di hati pembaca. Jujur, saya menulis ini hanya sebagai dokumentasi semata, tanpa ada unsur menyinggung siapa pun.

...............Sang waktu tak akan penah berhenti untuk berputar, dari perputaran sang waktu itu pula lah, akan terciptanya suatu kenangan, entah itu kenangan suka, duka, bahkan tak jarang bisa meitikan air mata.
Menulislah!!! menulislah!!! Tuliskan sebuah kenangan itu, rekam kembali setiap kejadian yang pernah kita alami dengan sebuah coretan hitam di atas putih. Karena dengan berputarnya sang waktu lambat laun kita akan menua dan bisa membuat kita lupa akan kenangan itu.

Aku lupa tanggal berapa waktu itu, namun sedikit yang ku ingat. Saat itu adalah hari Sabtu.
Di sebuah sekolah di wilayah pinggiran Tasikmalaya (Pinggiran sungai Citanduy). ya di SMK PLUS YSB Suryalaya tepatnya. berkumpul beberapa siswa berjumlah sepuluh orang. Saya, Rusli Haruna, Agus, Asep Fajar, Dadan, Azis Firdaus, Ruslan khodir, Omik, Hendra, Momon. Bersiap untuk melakukan perjalanan ke Pamijahan dalam rangka "Perjalanan Penegak Laksana".

Ada kesan haru ketika kami melangkahkan kaki meninggalkan gedung sekolah, ada tatapan sedih dari beberapa siswa yang lainnya. oh co cuiitt...
Perjalanan pun di mulai, dengan bendera Pramuka yang di ikatkan pada sebatang bambu kami genggam. Kami melangkah dengan mantap. biar terlihat gagah di mata siswa lainnya.

Setiap kami melintasi layanan publik, kami berhenti, yang pertama di "Koramil" Panumbangan. di sana kami meminta anda tangan. sebagai bukti.
Kami selalu bersorak menyanyikan  lagu yang sekiranya dapat membangkitkan semangat kami di sepanjang perjalanan.
dokumen pribadi
 Foto di atas adalah foto saat kami beristirahat pertama. (Maaf fotonya kecil dan kurang jelas). foto itu di ambil di sebuah jembatan Di daerah Bojong, Indihiang (kalau nggak salah)  kadang terharu bila melihat foto-foto jaman jadul.

Dokumen Pribadi
 foto ini di ambil saat kami berpose di Polres Tasikmalaya.. keren kan??? hehee



Dokumen Pribadi


  Kalau foto di atas saya agak lupa itu di ambil dimana, nggak jadi masalah yang penting tetep OK gayannya.

Dokumen Pribadi

Nah... kalau yang ini saat saya, Agus, dan momon sedang kelelahan. teman-teman yang lain sedang masuk kedalam meminta tanda tangan sebagai bukti, kam malah lesehan di halaman depan.

Perjalanan pun beralnjut, kami tidur di masjid yang kami singgahi ketika waktu sudah larut. Dan ketika ba'da 
subuh baru di lanjutkan perjalanan kami, begitu seterusnya.



Dokumen Pribadi
 Ini dia foto saat kami tiba di Pamijahan. Foto ini di ambil sesaat setelah kami ziarah di makam "Syekh Abdul Muhyi" sayang sekali aku tidak nampak di foto ini, padahal pengen narsis juga, eh malah di suruh jadi tukang fotonya. Takut kebakar mungkin kalau aku ikutan narsis

Dokumen Pribadi
Dan ini saat kami berada di depan Goa Safarwadi, lagi-lagi aku nggak ada di foto ini. :(
menurut mitos di dalam Goa ini ada sebuah lorong yang bisa menuju ke Mekkah, bila ada oran yang masuk ke lorong itu bisa sampai ke Mekkah. juga ada beberapa lubang di langit-langit goa. lubang itu sebesar kepala. dan bila lubang itu pas dengan kepala kita. konon keinginan kita bisa terkabulkan. Wallahu a’lam.
Sayangnya kami idak di perbolehkan membawa kamera ke dalam Goa. Jaman dulu masih pakai kodak, bukan hape seperti sekarang ya... 

 
Dokmen Pribadi

Foto ini di ambil saat tiba di desa Cibeureum, Tanjungmulya. saat perjalan pulang menuju SMK PLUS YSB Suryalaya. liat saja mukanya udah kuyu kelelahan gitu!
Ada kejadian tak terlupakan saat perjalanan pulang kami. sempat ada perselisihan antara Asep Fajar dan Rusli Haruna di karenakan.. ******(Sensor) Rahasia kita ini mah. untung ada saudara Dadan yang melerai mereka. secara tubunya kan gede-gede. kami yang kecil juga takut.





Horeeee,,, akhirnya aku numpang eksis di foto ini, ya meskipun kucel dan lemes, tapi tetep ganteng kok. hehehee. Harap maklum. Tiga hari Tiga malam kami melakukan perjalanan ini. Lihat aja tuh di bagian bawahnya. udah kaya kain pel ya? di belakang saya ada kak Dadan yang gagah, juga Kak Hendra yang narsis. hehehe
Bahkan kami sempat menyimpan bambu itu sebagai kenang-kenangan. Kami memajangnya di basechamp IP4R_777.
Buat yang penasaran sama kisah IP4R_777, bisa baca di IP4R 777 [Sweet Memory].

Ya meskipun pada akhirnya sampai saat ini kami belum di lantik, padahal sekarang kami udah lulus. Dan para personilnya pun dah pada misah. Kami nggak tahu pastinya kenapa saat itu kami nggak juga di lantik oleh kakak pembina Muhaeminul Azis Padahal semua syarat sudah kami penuhi. Tapi nggak apa. nggak ada yang harus di sesalkan. Toh kami juga menikmati kok perjalanan itu.

Sekian kisah perjalanan kami. kisah yang tak mungkin kami lupakan. Sweet Memory
*Maaf jika foto-fotonya kurang jelas. Ya harap maklum ini foto sudah lama.
:')   :')   :')   :')

0 comments:

Post a Comment